Senin, 10 November 2008

KEKUATAN TERBESAR MANUSIA

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya.
Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi
kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering
terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya
tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib
yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang
kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang
dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan.
Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita
akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga
berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal
penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai
target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai
potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran
bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion
dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah
sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar
sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita
untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan
terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya,
melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek
yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar
inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang
ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan
untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk
melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan
berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus
pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat.
Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain.
Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan
mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang
konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang
potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;

- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang
positif saja.

- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan
kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.

- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat
dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun
berdasarkan kategori.

- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di
masa lalu atau akan datang.

- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih
dahulu.

Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan
menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan
impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya
spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar
Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make
of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ”

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam
pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang
berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun
bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah
digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan
impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada
manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita
untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam
memvisualisasikan impian, yaitu:

1. Mendefinisikan impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan
impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian
seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun
tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita
akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya
dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab
impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan
target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan
melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the
best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan
yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki
kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering
ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian
itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima
oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita
untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan
kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan
secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa
tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan
berusaha keras mencapai impian yang

divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar
bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita
pada suatu waktu.*

PERTANYAAN TENTANG CINTA

“Adakah tapak tanganmu berkeringat, hatimu
berdebar kencang dan suaramu tersekat di dadamu?
Itu bukan Cinta, itu SUKA.

Adakah kamu tidak dapat melepaskan pandangan
mata darinya?
Itu bukan Cinta, itu NAFSU.

Adakah kamu menginginkannya karena kamu tahu
ia ada di sana?
Itu bukan Cinta, itu KESEPIAN.

Adakah kamu mencintainya karena itulah yang
diinginkan semua orang?
Itu bukan Cinta, itu KESETIAAN.

Adakah kamu tetap mengatakan kamu
menyintainya karena kamu tidak ingin melukai
hatinya?
Itu bukan Cinta, itu BELAS KASIHAN.

Adakah kamu menjadi miliknya karena pandangan
matanya membuat hatimu melompat?
Itu bukan Cinta, itu TERGILA-GILA.

Adakah kamu memaafkan kesalahannya karena
kamu merasa berat tentangnya?
Itu bukan Cinta, itu PERSAHABATAN.

Adakah kamu mengatakan padanya bahawa setiap
hari hanya dia yang kamu pikirkan?
Itu bukan Cinta, itu DUSTA.

Adakah kamu rela memberikan semua hal
yang kamu senangi untuk kepentingan dirinya?
Itu bukan Cinta, itu KEMURAHAN HATI.

Shalat Rasul

1. Bersuci

Tatacara Mengambil Wudhu

  1. Membasuh kedua telapak tangan sampaibuku pergelangan dengan membaca "Bismillaa hirrahmanirrahiim"
  1. Berkumur tiga kali,serta mengosok gigi
  1. Membersihkan lobang hidung dengan air sebanyak tiga kali.
  1. Membasuh muka tiga kali, serta niat didalam hati dan bantulah dengan ucapan :

    "Nawaitul wudluua liraf'il hadatsil ashghari fardlallillaahi ta'aalaa"

  1. Membasuh tangan kanan sampai siku tiga kali kemudian tangan kiri sebanyak tiga kali
  1. Menyapu sebagian dari kepala atau keseluruhannya yakni dari muka sampai belakang sebanyak tiga kali.
  1. Menyapu telinga kanan baik luar maupun dalam sebanyak tiga kali kemudian telinga kiri
  1. Membasuh kaki kanan sampai mata kaki tiga kali kemudian kaki kiri.

Setelah selesai berwudlu' kita disunnatkan membaca do'a yang berbunyi sebagai berikut :

"Asshadu allaa ilaaha illallaahu wachdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muchammadan 'abduhuu warasuuluh. Allahummaj'alnii minattawwaabiina waj'alni min "

Artinya :"Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang esa, tidak ada sekutu bagiNya. Dan saya bersaksi bahwa Muhamad adalah hamba dan pesuruhNya. Wahai Allah jadikanlah saya termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah saya termasuk orang-orang yang suci" serta jadikanlah saya termasuk golongan hamba-hambaMu yang shalih"



2. Persiapan Shalat


1. Menghadap kiblat (kiblat kaum muslimin adalah Ka'bah)
Rasulullah bersabda : "Jika Engkau hendak shalat maka sempurnakanlah
wudhu' kemudian menghadaplah ke kiblat lalu bertakbirlah"
(HR.Bukhari-Muslim)

2. Berdiri
" Periharalah shalat-shalatmu dan shalat wustha (ashar). Berdirilah karena Allah
(dalm shalatmu) dengan khusyk."(Al-Baqarah:238)
" Diperbolehkan shalat dengan du2k jika sakit atau kesulitan berdiri."
(HR. Bukhari, Abu dawud, Ahmad)
" Pahala orang yang duduk, separuh dari shalat orang yang berdiri."
(HR. Bukhari, Abu dawud, Ahmad)
" Diperbolehkan juga shlat sambil duduk di atas perahu."
(HR.Al Bazzar, Daruquthni)
" Jka imam shalt dengan duduk karena sakit maka makmun wajib shalat
dengan duduk walaupun mereka bisa berdiri."
(HR.Bukhari-Muslim)

3. MEnghadap Sutrah (Pembatas)
" Janganlah kalian shalat kecuali dengan menghadap sutrah."
(HR.Ibnu Khuzaimah dengan sanad Jayyid)
- Sutrah dapat berupa tiang, dinding, punggung orang, tas, atau apapun
yang mempunyai tinggi minimal satu hasta (Al-Majid fi al-Islam:78)

4. Niat

" sesungguhnya seluruh amal itu tergantung niatnya." (HR.Bukhari_muslim)
- Niat tempatnya dalam hati, adapun penguapan Ushalli fardhal..dst maka
tidak ada ayat atau hadits yang menerangkan tentang hal ini dan termasuk
bid'ah yang sesat dalam agama


3. Gerakan Dalam Shalat


1. Takbiratul Ihram;Yaitu takbir yang pertama kali
diucapkan oleh orang yang mengerjakan shalat sebagai
tanda mulai mengerjakan shalat dengan lafazh (ucapan):
."Allaahu Akbar" Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah
shallallaahu alaihi wasallam :

"Kunci shalat itu adalah bersuci, pembatas antara
per-buatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu
shalat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan
shalat adalah salam." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan
lainnya, hadits shahih )


2. Berdiri bagi yang sanggup. berdasarkan firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala:"Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah)
shalat wustha (Ashar). Berdirilah karena Allah (dalam
shalat-mu) dengan khusyu'." (Al-Baqarah: 238)

Dan berdasarkan Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi
wasallam kepada Imran bin Hushain:

"Shalatlah kamu dengan berdiri, apabila tidak mampu
maka dengan duduk, dan jika tidak mampu juga maka
shalatlah dengan berbaring ke samping." (HR.
Al-Bukhari)


3. Membaca surat Al-Fatihah wajib pada setiap rakaat
shalat fardhu dan shalat sunnah; Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surat
Al-Fatihah." (HR. Al-Bukhari)


4. Ruku' dengan thuma'ninah; bagi orang yang shalat
dengan berdiri minimal adalah menunduk kira-kira dua
telapak tangannya sampai kelutut dan yang sempurna
yaitu betul-betul menunduk sampai datar/lurus antara
tulang punggung dengan lehernya (90 derajat) serta
meletakan dua telapak tangan kelutut. Ruku' ini
berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

"Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu,
sujud-lah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah
kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan." (Al-Hajj:
77)

Juga berdasarkan sabda Nabi shallallaahu alaihi
wasallam kepada seseorang yang tidak benar shalatnya:

" ... kemudian ruku'lah kamu sampai kamu tuma'ninah/
tenang dalam keadaan ruku'." (HR. Al-Bukhari dan
Muslim)


5. I'tidal dengan thuma'ninah ; artinya berdiri lurus
seperti pada waktu membaca Fatihah.Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam terhadap
seseorang yang salah dalam shalat-nya:

" ... kemudian bangkitlah (dari ruku') sampai kamu
tegak lurus berdiri." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


6. Sujud dua kali dengan thuma'ninah; Hal ini
berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala yang
telah disebutkan di atas tadi. Juga berdasarkan sabda
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Kemudian sujudlah kamu sampai kamu tuma'ninah dalam
sujud." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


7. Duduk di antara dua sujud dengan thuma'ninah ; Hal
ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi
wasallam:
"Allah tidak akan melihat kepada shalat seseorang yang
tidak menegakkan tulang punggungnya di antara ruku'
dan sujudnya." (HR. Ahmad, dengan isnad shahih)



8. Duduk dengan tumaninah serta Membaca tasyahhud
akhir dan shawalat nabi ; Ada-pun tasyahhud akhir itu,
maka berdasarkan perkataan Ibnu Mas'ud radhiyallahu
anhu yang bunyinya:

"Dahulu kami membaca di dalam shalat sebelum
diwajibkan membaca tasyahhud adalah:
'Kesejahteraan atas Allah, kesejahteraan atas malaikat
Jibril dan Mikail.'

Maka bersabdalah Rasulullah shallallaahu alaihi
wasallam:

'Janganlah kamu membaca itu, karena sesungguhnya Allah
Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia itu sendiri adalah
Maha Sejahtera, tetapi hendaklah kamu membaca:

"Segala penghormatan, shalawat dan kalimat yang baik
bagi Allah. Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah
Allah dianugerahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga
kesejahteraan dianugerahkan kepada kita dan
hamba-hamba yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan yang hak melainkan Allah dan aku bersaksi
bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya." (HR.
An-Nasai, Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi dengan sanad
shahih)
Dan sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Apabila salah seorang di antara kamu duduk
(tasyah-hud), hendaklah dia mengucapkan: 'Segala
penghormatan, shalawat dan kalimat-kalimat yang baik
bagi Allah'." (HR. Abu Daud, An-Nasai dan yang
lainnya, hadits ini shahih dan diriwayatkan pula dalam
dalam "Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim")
Adapun duduk untuk tasyahhud itu termasuk rukun juga
karena tasyahhud akhir itu termasuk rukun



9. Membaca salam; Hal ini berdasarkan sabda
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

"Pembuka shalat itu adalah bersuci, pembatas antara
perbuatan yang boleh dan tidaknya dilakukan waktu
shalat adalah takbir, dan pembebas dari keterikatan
shalat adalah salam." (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan
lainnya, hadits shahih )


10. Tertib (Melakukan rukun-rukun shalat secara
ber-urutan) Oleh karena itu janganlah seseorang
membaca surat Al-Fatihah sebelum takbiratul ihram dan
jangan-lah ia sujud sebelum ruku'. Hal ini berdasarkan
sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam :
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku
shalat." (HR. Al-Bukhari)

Maka apabila seseorang menyalahi urutan rukun shalat
sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh Rasulullah
shallallaahu alaihi wasallam, seperti mendahulukan
yang semestinya diakhirkan atau sebaliknya, maka
batallah shalatnya.